Profil Letjen Yunus Yosfiah, Jenderal Kopassus yang Disegani Prabowo Subianto

JAKARTA – Letjen (Purn) Yunus Yosfiah tercatat sebagai Menteri Penerangan terakhir di sejarah Republik Indonesia. Yunus Yosfiah menggantikan Alwi Dahlan yang dimaksud menjabat selama dua bulan dalam ujung kekuasaan Presiden Soeharto.
Sebelum ditunjuk Presiden BJ Habibie sebagai Menteri Penerangan, Yunus Yosfiah menjabat sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan di tempat Sekretariat Negara. Sebelumnya, lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1965 yang dimaksud merupakan Ketua Fraksi ABRI di tempat MPR.
Sebagai pribadi tentara, Yunus Yosfiah kaya akan pengalaman operasi militer. Penyandang brevet Kopassus itu terjun segera pada Operasi Seroja yang bertujuan mengintegrasikan Timor Timur ke di wilayah Republik Indonesia pada 1975. Yunus mengawasi pasukan khusus yang digunakan berperan penting pada tindakan militer pada lapangan.
Presiden Terpilih, Prabowo Subianto masih ingat betul dengan rapat pertamanya dengan sosok Yunus Yosfiah yang mana ketika itu menjabat sebagai Komandan Tim Khusus dengan sandi Nanggala 10 pada operasi dalam Timor Timur. Yunus Yosfiah, yang tersebut ketika itu berpangkat Mayor, mengawasi dengan memberi contoh nyata di tempat lapangan.
Filosofi ing ngarsa sung tulada, atau menjadi pemimpin dari depan, benar-benar diterapkan oleh Yunus Yosfiah. Beban di ransel yang dimaksud dibawanya serupa beratnya dengan anak buahnya. Untuk keperluan logistik selama 14 hari, setiap prajurit menghadirkan 28 kaleng ransum T2, dengan berat total sekitar 13 kg, ditambah peluru, pakaian cadangan, lalu perlengkapan lain sehingga total beban mencapai 18-20 kg.
“Tindakan Pak Yunus ini nilainya lebih besar dari satu jam santiaji atau ceramah. Pemimpin yang tersebut menanggung beban berat yang mana serupa dengan anak buah, anak buah akan patuh lalu setia. Pemimpin tidak ada perlu bicara panjang lebar. Cukup memberikan teladan, maka akan berdampak besar terhadap anak buah. Kesan yang dimaksud saya rasakan dari kepemimpinan beliau juga adalah selalu tenang, tak pernah panik, tak pernah gugup,” kata Prabowo Subianto pada bukunya berjudul ‘Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto’ dikutip, Hari Minggu (25/8/2024).
Kenangan Prabowo dengan Yunus Yosfiah Tak cuma ketika berada pada lapangan tempur. Prabowo yang dimaksud masih berpangkat Kapten ingat ketika Yunus Yosfiah yang digunakan berpangkat Kolonel mengajaknya terlibat juga pada acara lari maraton pada Ibukota pada perayaan 17 Agustus.
“Wo, terlibat aku,” kata Yunus Yosfiah yang diamini Prabowo tanpa ragu.
“Jadi ikutlah saya waktu itu. Saya ikuti Kolonel ini lari 41 Km. Dulu setiap 17 Agustus ada perlombaan maraton namanya Proklamathon, lalu Kopassus wajib ikut. Semua anggota, perwira Kopassus harus ikut,” kenang Prabowo.




