India peringatkan Pakistan: Operasi Sindoor belum berakhir

New Delhi – Menteri Keamanan India Rajnath Singh menyatakan bahwa Operasi Sindoor, yang tersebut dirilis sebagai respons melawan serangan teroris di dalam wilayah Kashmir di dalam bawah kendali India, masih belum berakhir.
Di hadapan personel militer pada Pangkalan Angkatan Lingkungan Bhuj Rudra Mata, Gujarat, Jumat, Singh memaparkan bahwa operasi yang dimaksud bisa jadi jadi dilanjutkan apabila Pakistan melanggar kesepakatan gencatan senjata.
"Pakistan sedang di masa percobaan. Jika perilaku mereka itu membaik, maka semuanya akan baik-baik saja, akibat jikalau tidak ada (Pakistan) akan mendapat hukuman yang tersebut paling berat," kata Singh.
"Kami akan tunjukkan untuk planet ilustrasi lengkapnya jikalau waktunya tiba," tambah Menhan India itu.
Ketegangan antara India juga Pakistan menjadi lebih buruk menyusul serangan teroris pada dekat kota wisata Pahalgam pada 22 April yang mana menewaskan 26 orang, di antaranya pribadi WN Nepal.
Kelompok teroris pemberontak "Front Perlawanan" mengaku bertanggung jawab berhadapan dengan serangan itu. Namun, India menuding ada andil Pakistan pada kejadian yang dimaksud dan juga menuduh ada keterkaitan antara Islamabad dengan pelaku serangan.
Pada 7 Mei lalu, India melakukan serangan rudal pada Pakistan pada sebuah operasi bernama "Sindoor". Kemhan India mengeklaim bahwa operasi yang disebutkan tak ditujukan ke sarana militer Pakistan oleh sebab itu yang dimaksud merekan incar semata-mata infrastruktur teroris.
Menyusul serangan tersebut, eskalasi militer serta serangan lintas batas semakin menjadi. Otoritas Pakistan menyatakan bahwa serangan India menyebabkan sekurangnya 31 pemukim tewas.
India dan juga Pakistan kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 10 Mei. Namun, kedua negara berseteru yang disebutkan saling menuding pihak lawan melanggar gencatan.
Sumber: Sputnik-OANA
Artikel ini disadur dari India peringatkan Pakistan: Operasi Sindoor belum berakhir





