BMKG: Gorontalo Masih Berpotensi Terus Diguyur Hujan Lebat
Jakarta – Gorontalo masih memiliki kemungkinan diguyur hujan lebat pada hari ini juga besok, Jumat-Sabtu 12-13 Juli 2024. Intensitas hujan tinggi yang tersebut sudah muncul sejak akhir bulan setelah itu sudah pernah menyebabkan bencana banjir, banjir bandang, serta tanah longsor ke Perkotaan Gorontalo juga sekitarnya.
Gorontalo berada pada antara sedikit wilayah provinsi dalam Indonesi yang digunakan memiliki prospek hujan lebat itu menurut peringatan serius dini cuaca BMKG yang tersebut diperbarui pada hari ini, hari terakhir pekan 12 Juli 2024, pukul 15.02 WIB.
Potensi hujan lebat yang mana dapat disertai petir dan juga angin kencang pada beberapa wilayah provinsi di Tanah Air hari ini kemudian besok disebabkan antara lain adanya sirkulasi siklonik pada Samudera Pasifik sebelah timur Filipina lalu ke Samudera Pasifik sebelah timur laut Papua. Mereka membentuk area perjumpaan serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang dimaksud memanjang dalam sekitar Filipina hingga Samudera Pasifik sebelah timur Filipina kemudian di dalam Samudera Pasifik sebelah utara Papua.
Selain yang dimaksud dipengaruhi sirkulasi siklonik, area konvergensi lain dipantau BMKG memanjang di Laut Andaman, dari Selat Karimata hingga Laut Natuna, dari pesisir selatan Jawa Timur hingga Laut Jawa sebelah utara Jawa Barat, dari Kalimantan Selatan hingga Sabah, dari Sulawesi Tenggara hingga Teluk Tomini, dari Papua Pegunungan hingga Papua
Tengah, serta dari Samudera Hindia sebelah selatan NTT hingga Laut Flores.
Ada pula peningkatan kemungkinan peningkatan awan hujan oleh sebab itu terbentuknya tempat pertarungan angin (konfluensi). Lokasinya memanjang ke Samudera Hindia sebelah barat Sumatera Barat, ke Laut Sulawesi, ke Laut Cina Selatan, juga ke Samudra Pasifik sebelah utara Papua.
Belum lagi aspek Labilitas Lokal Tangguh yang tersebut menyokong serangkaian konvektif pada skala lokal. Faktor ini ditemukan ada dalam Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah juga Papua Pegunungan.
Hujan Terus di Gorontalo
Kepala Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Cucu Kusmayancu, juga menjelaskan faktor-faktor ke melawan yang digunakan menyebabkan curah hujan ke Gorontalo di dalam menghadapi normal sejak awal bulan ini. “Di Gorontalo ketika ini masih periode transisi dari musim kemarau ke musim hujan kemudian biasa di dalam periode ini cuaca mampu ekstrem,” katanya ketika dihubungi, Jumat.
Dia juga mengungkap fenomena atmosferik Madden-Julian Oscillation terlibat berpengaruh meningkatkan hujan pada Indonesi barat dan juga berada dalam belakangan ini. Termasuk dalam Gorontalo.
Sejumlah warga melintasi genangan air untuk mengungsi ke tempat yang tersebut lebih banyak lebih tinggi di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga jaya, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu, 10 Juli 2024. Dua desa yaitu Buhu dan juga Hutadaa terendam air luapan Danau Limboto hingga ketinggian mencapai 1,5 meter akibat hujan deras mengguyur area itu. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Dampaknya, di dalam wilayah Privinsi Gorontalo, Cucu mengungkapkan, hampir tiada hari tanpa hujan sejak 2 Juli lalu. Dia menunjukkan data dari satu pos pengamatan hujan pada wilayah perbatasan Daerah Perkotaan serta Daerah Gorontalo sepanjang Rabu lalu, 10 Juli, menunjuk bilangan curah hujan 131 mm atau tergolong sangat lebat. “Kamis kemarin (11 Juli) ke Daerah Perkotaan Gorontalo juga hujan seharian,” katanya.
Cucu memperkirakan, hujan masih akan ‘setia’ di dalam Gorontalo sampai seminggu ke depan. Intensitasnya bervariasi dari ringan hingga lebat. “Tapi secara umum, frekuensinya turun dibandingkan minggu lalu,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Perkotaan Gorontalo Mahmud Baderan menerangkan banjir meluas hingga merendam enam wilayah kecamatan dari sembilan yang tersebut ada ke kota itu per Kamis 11 Juli 2024. Yang terparah di dalam Kecamatan Dumbo Raya kemudian Pusat Kota Barat.
Menurutnya, banjir disebabkan curah hujan besar yang dimaksud membuat meluapnya Sungai Bone dan juga Bolango, ditambah aliran sungai dari Danau Limboto. “Seluruhnya bertemu di Perkotaan Gorontalo sehingga berdampak terjadinya banjir,” kata Mahmud.
Artikel ini disadur dari BMKG: Gorontalo Masih Berpotensi Terus Diguyur Hujan Lebat




