Perjalanan Kasus Jessica Kumala Wongso, Terpidana Kasus Kopi Sianida hingga Bebas Hari Hal ini

JAKARTA – Jessica Kumala Wongso , terpidana tindakan hukum kopi sianida yang dimaksud fenomenal bebas hari ini, Akhir Pekan (18/8/2024). Pembunuh Wayan Wirna Salihin itu bebas bersyarat dari Lapas Pondok Bambu pada pukul 09.00 WIB.
Diketahui, Jessica divonis 20 tahun, namun baru menjalani hukuman penjara selama hampir 8 tahun. Dia akan merasakan kebebasan seusai HUT ke-79 RI 17 Agustus 2024.
“Rencana demikian (bebas pada Minggu, 18 Agustus 2024),” kata Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan yang tersebut dikutip, Mingguan (18/8/2024).
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lengkap dari pihak Ditjenpas maupun Koordinator Humas lalu Protokol Ditjenpas Kemenkumham Rika Aprianti.
Bagaimana perjalanan persoalan hukum Jessica hingga bebas hari ini? Jessica terlibat pembunuhan Wayan Mirna Salihin di area Kafe Olivier Grand Indonesia (GI) pada 6 Januari 2016.
Saat itu, Wayan bertemu Jessica serta pribadi temannya Hanie Boon Juwita dalam kafe tersebut. Jessica datang lebih tinggi dahulu dari dua temannya lalu memesan tempat. Setelah itu, Jessica sempat pergi sebelum akhirnya kembali datang serta memesan es kopi Vietnam plus dua koktail.
Mirna yang dimaksud meminum es kopi Vietnam sempat menyatakan rasa es kopi bukan enak. Tak lama berselang, tubuh Mirna kejang-kejang hingga tak sadarkan diri. Dia sempat dibawa ke sebuah klinik di area pusat perdagangan yang dimaksud sebelum suaminya Arief Soemarko datang lalu membawanya ke RS Abdi Waluyo.
Namun, nyawa Mirna tidaklah terselamatkan. Ayah Mirna, Edi Dharmawan Salihin melaporkan kematian anaknya ke Polsek Metro Tanah Abang dikarenakan dianggap tidaklah wajar.
Tiga hari pasca kematian, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengajukan permohonan izin untuk ayah Mirna agar diautopsi. Jenazah hanya sekali diizinkan untuk diambil sampel dari bagian tubuhnya kemudian menemukan zat racun. Kemudian, pada 10 Januari 2016 jenazah Mirna dimakamkan di dalam Gunung Gadung, Bogor.





