Tiba di area Istana, Angela Tanoesoedibjo Bakal Terima Tanda Jasa dari Presiden Jokowi

JAKARTA – Wakil Menteri Wisata dan juga Perekonomian Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo , menyambangi Istana Kepresidenan untuk menerima tanda jasa kemudian tanda kehormatan yang digunakan akan disematkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Angela yang dimaksud juga Ketua Umum DPP Partai Perindo ini tampak mengenakan kebaya dengan motif warna cokelat hitam.
Wamenparekraf Angela yang tersebut merupakan anggota Kabinet Indonesia Maju ini juga terlihat berbincang dengan para penerima tanda jasa juga kehormatan lainnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Lingkup Politik, Hukum, juga Security (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto mengumumkan daftar penerima tanda jasa kemudian tanda kehormatan yang digunakan akan disematkan oleh Presiden Jokowi.
Hadi Tjahjanto, selaku Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa juga Tanda Kehormatan (GTK) mengungkapkan, sidang Dewan GTK telah terjadi dilaksanakan untuk menyeleksi tokoh-tokoh yang digunakan diusulkan oleh berbagai kementerian, instansi, serta lembaga.
Tokoh-tokoh yang disebutkan dinilai sudah pernah memenuhi persyaratan untuk menerima tanda jasa kemudian kehormatan sesuai dengan ketentuan undang-undang.
“Pemberian tanda jasa lalu tanda kehormatan ini diberikan untuk para menteri, perwakilan menteri, dan juga pejabat lainnya menghadapi pengabdian selama masa kerja pada pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo pada Kabinet Kerja 2014-2019, serta Kabinet Indonesia Maju 2019-2024,” ucap Hadi Tjahjanto.
Sebanyak 61 calon penerima sudah pernah dipilih, terdiri dari berbagai kategori tanda jasa kemudian kehormatan, yaitu:
– Medali Kepeloporan: 1 orang
– Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia: 2 orang
– Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra: 39 orang
– Tanda Kehormatan Bintang Jasa: 17 orang
– Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma: 2 orang
Hadi juga menyampaikan bahwa para penerima tanda jasa kemudian kehormatan yang disebutkan berasal dari berbagai latar belakang juga jabatan.
“Dari total 61 calon penerima, 23 orang merupakan menteri, 10 orang delegasi menteri, 9 orang pejabat lembaga tinggi negara, 7 orang pejabat pimpinan lembaga pemerintah kemudian non-kementerian, 5 orang pejabat TNI kemudian Polri, 5 orang WNI dengan latar belakang profesi, juga 2 orang budayawan,” tambahnya.





