Pangeran Harry Pakai Narkoba, Gunakan Kokain untuk Atasi Kesedihan Akibat Kematian sang Ibu

INGGRIS – Pangeran Harry mengaku memakai narkoba pada waktu berkuliah di dalam Eton College, Inggris. Ia merupakan seseorang siswa di tempat sekolah asrama khusus laki-laki bergengsi dalam Berkshire dari 1998 hingga 2003.
Bahkan Pangeran Harry diberi julukan yang mana menarik akibat kebiasaannya menggunakan narkoba . Dalam buku Battle of Brothers karya Robert Lacey yang mana dirilis 2020 mengungkap bahwa sang pangeran dikenal sebagai Hash Harry pada Eton, akibat asap yang mana kerap mengundurkan diri dari dari kamarnya.
Dilansir dari Daily Record, Rabu (11/9/2024), hal senada diungkap oleh Harry melalui memoarnya yang mana kontroversial, Spare. Ia blak-blakan mengaku menggunakan narkoba kemudian mendapat ganja dari temannya.
“Saya tiada ingat bagaimana kami mendapatkan barang itu. Saya rasa salah satu teman saya. Atau mungkin saja beberapa. Setiap kali kami memilikinya, kami akan menguasai kamar mandi kecil di dalam lantai atas. Smoker duduk dalam toilet dalam samping jendela, anak kedua bersandar di area baskom, anak ketiga juga keempat duduk pada bak mandi yang dimaksud kosong,” kata Harry.

Foto/People
“Anda akan menghisap satu atau dua hisapan, meniup asapnya pergi dari jendela, lalu pindah ke tempat berikutnya, secara bergiliran, sampai spliffnya habis. Kemudian kami semua akan menuju salah satu kamar kemudian tertawa terbahak-bahak ketika menonton satu atau dua episode acara baru Family Guy,” lanjutnya.
Adik Pangeran William itu juga mengaku menggunakan kokain untuk mengatasi rasa sakit emosional akibat kematian ibunya, Putri Diana. Meski demikian, ia tidak ada menyukai menggunakan barang haram itu oleh sebab itu tidaklah mampu membuatnya merasa senang.
“Tentu semata saya sudah mengonsumsi kokain sekitar waktu itu. Di rumah pedesaan seseorang, selama akhir pekan syuting, saya ditawari untuk mengonsumsi satu jenis kokain, serta saya telah lama mengonsumsi beberapa jenis kokain lagi sejak pada waktu itu,” jelasnya.
“Itu bukan terlalu menyenangkan, serta itu tidaklah menciptakan saya terlalu senang, seperti yang mana dirasakan semua orang di area sekitar saya. Tetapi itu memproduksi saya merasa berbeda, kemudian itulah tujuan utamanya,” tambahnya.






