Jumlah Guru Pensiun dalam DKI Jakarta Lebih Banyak Dibandingkan Penerimaan Guru Baru
Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan rentang guru pensiun ke Ibukota Indonesia selama lima tahun terakhir tambahan membesar dibandingkan kuota guru baru yang disediakan.
“Dalam lima tahun terakhir, rentang guru pensiun berkisar antara 1.900 sampai 2.500,” kata Budi terhadap Tempo melalui arahan singkat pada Rabu, 24 Juli 2024.
Budi sebelumnya memaparkan Ibukota Indonesia kekurangan tenaga pengajar sekitar 7.000 orang. Namun, pemerintah baru bisa jadi melakukan perekrutan kontrak kerja secara bertahap oleh sebab itu keterbatasan anggaran.
Pada Agustus mendatang, pemerintah baru dapat membuka pendaftaran kontrak kerja individu atau KKI dengan kuota 1.700 orang.
“Kami juga mengamati anggaran serta keperluan pemerintah pusat,” kata Budi usai hadir di acara bangga berwisata Tanah Air (BBWI) di dalam Lapangan Banteng, Ibukota Indonesia Pusat pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Di DKI Jakarta terdapat 4.127 guru honorer ketika ini. Namun baru-baru ini terdapat 141 yang terkena cleansing atau pemutusan kontral sepihak akibat hasil temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) ada kejanggalan di perekrutan guru honorer. Sebab, dia direkrut oleh kepala sekolah, tidak oleh Dinas Pendidikan.
Mereka yang diputus kontraknya bukan mempunyai data Dapodik kemudian Nomor Unik Pendidik lalu Tenaga Kependidikan atau NUPTK. Selain itu ada yang tersebut tidaklah kebagian jam mengajar.
Pemutusan kontrak kemudian menciptakan permasalahan muncul, guru itu kehilangan pekerjaan kemudian menciptakan aduan ke Perhimpunan Pendidikan serta Guru (P2G) total pengadu ada 149 orang.
Penjabat (Pj) Pemimpin wilayah DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan telah lama menyiapkan solusi perihal pemutusan kontrak guru honorer di kebijakan cleansing. Solusi itu disepakati usai merek mengadakan rapat dengan Dinas Pendidikan, pada Hari Sabtu 20 Juli 2024.
“Soal guru yang dimaksud nonaktif akan kami data. Lantas dia akan didistribusikan ke sekolah negeri yang mana membutuhkan ilmunya,” kata Heru usai hadir di acara bangga berwisata Indonesi (BBWI) ke Lapangan Banteng, Ibukota Pusat pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Selain itu, Heru menyatakan akan datang memberikan rekomendasi untuk 4.127 guru itu untuk mendapatkan Dapodik dan Dia menegaskan pemerintah tempat sebenarnya ingin pengajar mendapatkan haknya melalui mekanisme yang mana benar.
Sementara untuk 2.427 guru honorer yang tersebut tidaklah terakomodir bisa saja mendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dengan kuota yang digunakan dibuka Kementerian, Pendidikan, Penelitian serta Teknologi (Kemendikbud) banyaknya 1.900. Namun, merek akan bersaing dengan guru honorer lain ke seluruh Indonesia.
Heru juga menyarankan bagi mereka yang tersebut tidaklah lolos keduanya untuk mempersiapkan diri mendaftar pada 2025. Heru juga meminta-minta kepala sekolah untuk tak melakukan perekrutan guru honorer lagi tanpa sepengetahuan Pemprov DKI Jakarta.
Artikel ini disadur dari Jumlah Guru Pensiun di Jakarta Lebih Banyak Dibandingkan Penerimaan Guru Baru






