Jokowi Tetap Pilih Pulang ke Solo Meski Dibangunkan Rumah dalam Karanganyar
Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan rencananya tetap serupa setelahnya tak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, yaitu pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah. “Sampai pada waktu ini rencana saya masih belum berubah (jadi warga Solo),” kata Jokowi dalam Lapangan Lingkungan Halim Perdanakusuma, Ibukota Indonesia Timur, Selasa, 16 Juli 2024.
Jokowi menyampaikan rencananya yang disebutkan pada waktu awak media menanyakan mengenai kemungkinan mantan Wali Pusat Kota Solo itu berubah jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pasca bukan lagi menjabat sebagai presiden. Lembaga DPA ini mengemuka setelah Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan inovasi nama Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi DPA di draf revisi Undang-Undang Dewan Pertimbangan Presiden. Perubahan undang-undang ini berubah jadi usul inisiatif DPR, yang disetujui pada Kamis pekan lalu.
Pernyataan Jokowi yang dimaksud sesungguhnya mengulang beraneka keterangan beliau terdahulu. Mantan Pemuka Ibukota itu kerap mengemukakan akan kembali ke Solo pasca purna tugas. Adapun masa jabatan Jokowi sebagai presiden akan berakhir pada 20 Oktober mendatang. Lalu ia akan digantikan oleh Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih periode 2024-2029.
“Ya, jadi rakyat biasa. Kembali. Kembali ke mana? Kembali ke Solo jadi rakyat biasa. Sudah,” kata Jokowi pada waktu mengunjungi bursa tradisional Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa, 2 Januari 2024.
Berbagai pernyataan Jokowi itu sedikit berbeda dengan fakta bahwa rumah Jokowi yang mana diberikan oleh negara kepadanya sebagai mantan presiden. Rumah pemberian negara itu justru berlokasi dalam Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kota Karanganyar, Jawa Tengah.
Proses pembangunan rumah yang disebutkan telah dimulai sejak Juli ini. Hunian yang disebutkan akan dibangun di berhadapan dengan lahan seluas 12.000 meter persegi.
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, mengutarakan Presiden Jokowi sendiri yang tersebut memilih tempat kejadian rumah pemberian negara yang dimaksud kepadanya. “Presiden sendiri yang tersebut memohonkan kemudian memilih kedudukan rumah kediaman beliau,” kata Setya pada penjelasan tertoreh untuk awak media pada 27 Juni lalu.
Kiprah Jokowi pasca tak lagi menjabat sebagai presiden mengemuka setelahnya revisi Undang-Undang Wantimpres bergulir. Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait, meyakini Jokowi akan datang bermetamorfosis menjadi anggota DPA.
“Saya harapkan Pak Jokowi jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung ke depan. Beliau punya pengalaman wali kota, gubernur, juga presiden,” kata Maruarar dalam kompleks Istana Kepresidenan, Ibukota Indonesia pada Rabu, 10 Juli lalu.
Mantan politikus PDI Perjuangan ini mengklaim bahwa Jokowi merupakan warga yang tersebut paling pantas berubah menjadi anggota DPA dari Presiden Prabowo mendatang. Sebab hubungan Jokowi serta Prabowo juga sangat baik.
Berbeda dengan Maruarar, Ketua Umum Projo –kelompok pendukung Jokowi di dalam pemilihan presiden 2014 serta 2019— sekaligus Menteri Komunikasi dan juga Informatika, Budi Arie Setiadi, pernah juga menyebutkan arah urusan politik Jokowi ke depan. Budi Arie mengutarakan aspirasi Projo pada tempat menggalakkan agar Jokowi menjadi ketua umum partai politik. “Pak Presiden terlalu muda untuk pensiun,” kata Budi Arie, Rabu, 22 Mei lalu.
Berbagai pihak menduga Jokowi akan datang mengambil alih Partai Golkar ke depan. Partai Golkar sendiri akan menjadwalkan musyawarah nasional pada Desember mendatang. Salah satu jadwal musyawarah nasional itu adalah pemilihan ketua umum partai.
Pilihan Editor : Kader Gerindra Sebut Jokowi Bakal Jadi Anggota DPA
Artikel ini disadur dari Jokowi Tetap Pilih Pulang ke Solo Meski Dibangunkan Rumah di Karanganyar



