Harga Gas Eropa Melonjak Setelah negeri Ukraina Serang Kursk

JAKARTA – Harga gas alam di area Eropa Barat melonjak naik pada hari Mulai Pekan (12/8), menurut data dari Bursa Efek London (ICE). Harga gas berjangka untuk pengiriman bulan September dalam hub TTF di dalam Belanda meningkat sekitar 6% menjadi USD490 per seribu meter kubik, atau 42,82 euro per megawatt-jam, sebelum sedikit menurun.
Terakhir kali biaya gas berjangka berada pada level ini adalah pada awal Desember. Harga gas mulai melonjak minggu lalu, tepat pada waktu pasukan negeri Ukraina melancarkan serangan lintas batas ke Wilayah Kursk, Rusia. Mengutip Russia Today, Selasa (13/8/2024), pemodal khawatir tentang kemungkinan dampak pertempuran terhadap transit gas pipa Rusia ke UE melalui jaringan transit Ukraina.
Salah satu kota yang digunakan terkena dampak bentrokan adalah Sudzha, yang terletak sekitar 9 km dari perbatasan. Perkotaan ini menjadi lokasi stasiun pengukuran gas terakhir yang beroperasi antara negara Ukraina kemudian Rusia. Pada hari Jumat, juru bicara perusahaan energi raksasa Rusia Gazprom, Sergey Kupriyanov, mengingatkan bahwa pertempuran di dalam dekat Sudzha akan meningkatkan tarif gas alam. Namun, Awal Minggu lalu, Kupriyanov mengungkapkan bahwa pengiriman gas melalui Sudzha masih berlanjut sesuai dengan jumlah yang mana dikontrak.
Sanksi terkait negeri Ukraina yang tersebut diberlakukan oleh Brussels terhadap Rusia sejauh ini belum berusaha mencapai pasokan gas pipa.
Banyak negara anggota Uni Eropa, termasuk Polandia, Bulgaria, Finlandia, Belanda, lalu Denmark, menghentikan impor merekan secara sukarela. Namun, Austria, Hongaria, Slowakia, kemudian Italia masih mengimpor gas pipa Rusia. Slowakia melaporkan minggu lalu bahwa besar yang digunakan masuk sudah menurun, dengan menyatakan bahwa “pasokan gas Rusia melalui tanah Ukraina menuju Slowakia sangat terancam” oleh pertempuran tersebut.
Perjanjian pengiriman gas antara Gazprom juga negeri Ukraina berakhir pada akhir tahun ini, juga Kiev mengungkapkan tidak ada mempunyai rencana untuk memperpanjangnya. Dilaporkan bulan lalu bahwa beberapa negara UE sedang mengkaji cara untuk memungkinkan aliran gas terus berlanjut melalui jaringan transit negara Ukraina setelahnya tahun 2024.





