Elektabilitas Ridwan Kamil-Ono Surono Tertinggi dalam Survei Pilgub Jabar, Pengamat: Koalisi Golkar-PDIP Sulit Terbentuk
Jakarta – Rencana pembentukan koalisi antara Partai Golkar dengan PDIP di dalam pilkada Jawa Barat dinilai sulit terbentuk walaupun elektabilitas Ridwan Kamil-Ono Surono tertinggi di survei yang tersebut diwujudkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Peneliti senior Populi Center, Usep Saepul Ahyar, mengemukakan hal yang dimaksud terkendala akan restu. Restu yang dimaksud, ialah restu dari Koalisi Tanah Air Maju atau KIM. Koalisi partai kebijakan pemerintah yang digunakan memperkuat pasangan Prabowo-Gibran pada pemilihan presiden ini, bermetamorfosis menjadi kendal utama terbentuknya rencana koalisi Golkar-PDIP di Jawa Barat.
“Kelihatannya cukup sulit. Karena Gerindra juga PAN juga menyodorkan nama kadernya,” kata Usep pada waktu dihubungi, Kamis 18 Juli 2024.
Partai Gerindra menyodorkan nama bekas Kepala Kabupaten Purwakarta sebagai calon Pengelola Jawa Barat. Sementara PAN, menyodorkan dua nama, yaitu bekas Wali Daerah Perkotaan Bogor, Bima Arya Sugiarto kemudian Anggota DPR dari unsur selebritis, Desy Ratnasari.
Menurut Ia, dengan adanya nama yang mana disodorkan akan memproduksi kesempatan bagi PDIP cenderung tertutup meskipun hasil sigi menunjukan duet Ridwan Kamil-Ono Surono di dalam Jawa Barat melejit di melawan kandidat lain. Apalagi, partai banteng bukanlah merupakan bagian dari KIM.
“Meski surveinya tinggi, PAN juga Gerindra kecil kemungkinan akan memberikan jatah calon Wakil ke PDIP andai kata Ridwan Kamil forward dalam Jawa Barat,” ujar Usep.
Adapun, hasil sigi yang dimaksud diuraikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyebutkan bahwa Ridwan Kamil-Ono Surono berubah jadi pasangan dengan perolehan tingkat elektoral paling besar ketimbang kandidat lain.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyatakan duet Ridwan Kamil-Ono Surono atau yang digunakan berlatar belakang partai Golkar serta PDIP, mengungguli duet Dedi Mulyadi-Bima Arya Sugiarto yang diusung partai Gerindra dan juga PAN. Keunggulan ini diperoleh dari hasil jajak pendapat yang mana direalisasikan SRMC sejak 9 Juni – 1 Juli 2024 terhadap 11.070 responden.
“Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Ono Surono memperoleh skor 56,7 persen,” kata Dani di telekonferensi, Hari Sabtu 13 Juli 2024.
Sedangkan duet Dedi Mulyadi-Bima Arya Sugiarto memperoleh skor 37,3 persen. Pasangan ini mengungguli hasil jajak pendapat terhadap komposisi pasangan lainnya, yaitu Haru Suandharu-Ilham Habibie yang diusung PKS serta Partai NasDem. Duet Haru-Ilham memperoleh skor 1,3 persen.
Analis Politik, Adi Prayitno, sependapat dengan Usep. Dia mengatakan, kesempatan PDIP menyandingkan Ono Surono dengan Ridwan Kamil kemungkinan besar terhalang oleh PAN lalu Gerindra.
“Ridwan Kamil adalah figur yang dimaksud basis konstituennya besar pada Jawa Barat. Pasti sejumlah yang meminati untuk dipasangkan dengan kader partai lain,” ujar Adi.
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengutarakan mengemukakan tindakan pada Golkar untuk memilih pasangan yan tepat apabila memajukan Ridwan Kamil di dalam pilkada Jawa Barat.
Memang, kata dia, PAN menyodorkan dua nama sebagai akan segera calon pendamping Ridwan Kamil. Namun, PAN akan menghargai putusan partai beringin apabila nanti tiada mengambil kader PAN sebagai calon Wakil.
“Keputusannya ada dalam Golkar, kami hanya sekali menawarkan,” ujar Viva.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, mengungkapkan partainya masih belum memutuskan pada palagan mana Ridwan Kamil akan diterjunkan.
“Masih dinamis, ditunggu saja. Belum ada pembahasan sampai ke calon Wakil,” ucap Ace.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat bidang Pemuda serta Olahraga PDIP, Eriko Sotarduga, mengutarakan PDIP memang benar berencana menyandingkan nama Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono sebagai akan datang calon pendamping Ridwan Kamil ke pilkada Jawa Barat.
Alasannya, Ono diklaim miliki kapasitas serta kapabilitas yang dimaksud mampu membantu kerja Ridwan Kamil nantinya. Apalagi, kata dia, Ono juga miliki basis konstituen yang besar dalam wilayah bumi Pasundan, khususnya pada kawasan pantai utara alias Pantura.
“Kami menyadari elektabilitas Kang Ridwan Kamil di dalam Jawa Barat itu besar. Sehingga kami siapkan calon pendamping yang tersebut setara,” ujar Eriko.
Artikel ini disadur dari Elektabilitas Ridwan Kamil-Ono Surono Tertinggi di Survei Pilgub Jabar, Pengamat: Koalisi Golkar-PDIP Sulit Terbentuk





