Kemendagri Perkuat Sistem Pemetaan Informasi Wilayah Rawan Bencana
Jakarta – Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Noudy R.P. Tendean, memaparkan lembaganya ketika ini berada dalam meningkatkan kekuatan dukungan data untuk inisiatif penyelenggaraan lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan juga inovasi iklim. Upaya ini diwujudkan di dalam tegah isu krisis iklim
“Kami harus benar-benar mengidentifikasi secara cermat data yang tersebut dimiliki untuk meningkatkan kekuatan dukungan pelaksanaan inisiatif nasional Pembangunan Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana, kemudian Perubahan Iklim. Sesuai dengan tusi (tugas juga fungsi) kami,” kata Noudy melalui pernyataan ditulis yang mana diterima Tempo pada Kamis, 18 Juli 2024.
Hal ini beliau ungkapkan ketika menjadi pemimpin rapat pengumpulan data dan juga informasi terkait Pembangunan Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana lalu Perubahan Iklim di Aula BSKDN, Ibukota Indonesia pada Rabu, 18 Juli 2024 kemarin.
Menurut Noudy, untuk mencapai hasil yang digunakan maksimal di pelaksanaan kegiatan penguatan data. BSKDN wajib menjamin bahwa data yang dimaksud dimiliki telah tepat lalu dapat diandalkan atau sesuai fakta. Informasi yang dimaksud dapat sebagai beberapa jumlah ide perubahan seputar lingkungan hidup, ketahanan bencana, serta inovasi iklim.
Lebih spesifiknya mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, analisis pembaharuan iklim, juga evaluasi dampak lingkungan dari beraneka aktivitas manusia. Dengan dukungan data yang dimaksud memadai, ia berharap program-program yang mana dilaksanakan dapat lebih banyak efektif serta efisien.
“Kami harus menegaskan setiap data yang mana diajukan mempunyai dasar yang mana kuat. Dengan demikian, kami dapat mengimplementasikan solusi yang benar-benar efektif lalu memberikan dampak positif bagi rakyat juga lingkungan,” tuturnya.
Noudy juga meminta-minta untuk jajarannya untuk mewujudkan BSKDN satu data sebagai upaya memudahkan permintaan pada pengecekan informasi yang dimaksud berkaitan dengan program. Selain itu, juga sebagai upaya BSKDN pada memenuhi permintaan data dari bervariasi pihak, khususnya terkait penyelenggaraan acara prioritas nasional.
“Kita telah ada pada tahap Nusantara satu data. Maka dari itu kami sebagai bagian dari komponen Kemendagri juga harus mengimplementasikan satu data tersebut,” ujarnya.
Pilihan editor: Aktivis HAM Papua Yan Warinussy Ditembak Orang Tak Dikenal, JDP: Pembungkaman Kebebasan Berekspresi
Artikel ini disadur dari Kemendagri Perkuat Sistem Pemetaan Data Wilayah Rawan Bencana




