Segini Harta Kekayaan Yuliot Tanjung, Bekas Deputi BKPM yang digunakan Kini Naik Jabatan jadi Wamen Pengembangan Usaha
Jakarta – Deputi Lingkup Pembangunan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Kesepahaman Penanaman Modal (BKPM) Yuliot Tanjung resmi dilantik bermetamorfosis menjadi Wakil Menteri Penanaman Modal pada Kamis sore, 18 Juli 2024. Keputusan itu tertuang pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 45/N Tahun 2024 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Yuliot dilantik sama-sama dua kader Partai Pergerakan Nusantara Raya (Gerindra), yaitu Sudaryono juga Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono atau Thomas Djiwandono. Adapun Sudaryono ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Thomas dikukuhkan sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Lantas, berapa harta kekayaan Yuliot?
Harta Kekayaan Yuliot Tanjung
Berdasarkan arsip Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuliot pertama kali menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) sewaktu menjabat sebagai Direktur Promosi Dalam Negeri Pada Deputi Lingkup Promosi Penanaman Modal. Jumlah hartanya kala itu sebesar Rupiah 1.969.086.154 per 29 Desember 2006.
Kemudian, ia kembali mengemukakan LHKPN ketika berubah menjadi Direktur Deregulasi Penanaman Modal dengan total harta sebesar Mata Uang Rupiah 2.736.777.132 per 14 November 2014. Dia kekal menduduki tempat yang mana identik hingga 2019 dengan kepemilikan harta sebesar Rupiah 3.513.561.165 pada 2017, Rupiah 6.156.710.815 pada 2018, lalu Mata Uang Rupiah 6.507.591.354 pada 2019.
Pada 2020, Yuliot terpilih bermetamorfosis menjadi Deputi Lingkup Pengembangunan Iklim Penanaman Modal dengan total kepemilikan aset senilai Simbol Rupiah 8.116.865.832. Hartanya kemudian meningkat berubah menjadi Rupiah 9.239.538.074 pada 2021.
Adapun kekayaan terakhir Yuliot Tanjung sebagaimana LHKPN periode 27 Februari 2023 sebesar Rupiah 11.080.242.713. Berikut rinciannya:
– Tanah lalu bangunan: Mata Uang Rupiah 6.970.000.000.
– Alat transportasi serta mesin: Rupiah 1.283.000.000.
– Harta bergerak lainnya: Mata Uang Rupiah 858.000.000.
– Surat berharga: Simbol Rupiah 1.000.000.000.
– Kas juga setara kas: Mata Uang Rupiah 954.242.713.
– Harta lainnya: Mata Uang Rupiah 15.000.000.
– Utang: –
Yuliot mengaku memiliki delapan bidang tanah serta bangunan yang tersebut berasal dari bisnis sendiri. Aset properti yang disebutkan tersebar ke Ibukota Selatan, Bekasi, Bogor, Padang Pariaman, dan juga Padang Panjang dengan luas berkisar antara 108 hingga 44.000 meter persegi.
Dia juga mengoleksi empat unit kendaraan bermotor dengan nilai total mencapai Simbol Rupiah 1,2 miliar. Alat transportasi juga mesin yang disebutkan meliputi Tran Long Tractor Roda 4 (2019), mobil Honda HRV (2021), mobil Toyota Fortuner (2022), serta mobil Toyota Raize (2022).
Berdasarkan susunan organisasi Kementerian Penanaman Modal yang dipublikasikan melalui laman resminya, nama Yuliot bukan tercantum sebagai Deputi Sektor Pengembangunan Iklim Penanaman Modal. Namun, tempat itu justru diduduki Riyatno yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Sektor Kerja Sama Penanaman Modal pada 2020 lalu.
Yuliot terakhir muncul ke masyarakat ketika mengkaji permohonan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang tersebut diajukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk tambang batu bara di Kalimantan Timur. Dia mengumumkan izin pengelolaan tambang untuk organisasi warga (ormas) berbasis keagamaan itu akan terbit pada kurun waktu 15 hari bila memenuhi persyaratan.
“Setelah terpenuhi, 15 hari dapat terbit IUPK-nya,” kata Yuliot di Jakarta, Selasa, 4 Juni 2024, seperti diambil dari Antara.
MELYNDA DWI PUSPITA
Artikel ini disadur dari Segini Harta Kekayaan Yuliot Tanjung, Bekas Deputi BKPM yang Kini Naik Jabatan jadi Wamen Investasi






