Gunung Semeru Turun Status jadi Waspada, PVMBG Minta Publik Tetap Jauhi Area Besuk Kobokan
Lumajang – Pusat Vulkanologi Mitigasi lalu Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Penurunan status aktivitas vukanik sejak pukul 15.00 WIB, Hari Senin sore, 15 Juli didasari evaluasi secara menyeluruh hingga Ahad, 14 Juli kemarin.
Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, menyatakan aktivitas erupsi, awan panas, lalu guguran lava Gunung Semeru masih berlangsung hingga Ahad. “Namun secara visual jarang teramati sebab terkendala cuaca yang mana berkabut, ” ujar Hadi pada penjelasan tertulis, tak lama pasca penetapan status Waspada.
Merujuk data PVMBG, jumlah keseluruhan jenis aktivitas yang terekam di dalam Gunung Semeru masih didominasi oleh gempa permukaan, seperti gempa letusan serta gempa guguran. Pada periode 8-14 Juli 2024, PVMBG mencatatkan data 995 kali gempa letusan alias erupsi, 133 kali gempa guguran, 58 kali gempa hembusan, 5 kali gempa harmonik, 1 kali gempa tektonik lokal, dan juga 48 kali gempa Tektonik Jauh.
Hasil pemantauan pasukan juga menunjukkan aktivitas kegempaan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih tinggi, teristimewa gempa letusan, guguran, harmonik, serta vulkanik dalam. Gempa vulkanik pada serta tremor harmonik yang dimaksud terekam mengindikasikan suplai dari bawah permukaan Semeru.
Meski tingkat kejadian gempa vulkanik di menurun, kata Hadi, gempa letusan justru meningkat signifikan. Hal ini mengindikasikan peningkatan pelepasan material ke permukaan. “Serta langkah-langkah penumpukan material hasil letusan ke sekitar kawah Jonggring Seloko,” tuturnya.
Adapun pemantauan deformasi dengan peralatan tiltmeter menunjukkan pola mendatar, artinya bukan ada peningkatan tekanan ke pada tubuh gunung api tersebut. Tekanan berpindah secara konsisten dari pada tubuh gunung ke permukaan, bersamaan dengan keluarnya material ketika erupsi.
Dalam keadaan Waspada, PVMBG terus memohon masyarakat tak beraktivitas ke sektor tenggara atau dalam sepanjang Besuk Kobokan. Letaknya 8 kilometer dari pusat erupsi Gunung Semeru. Di luar jarak itu, Hadi meneruskan, penduduk diminta bukan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan. Arahan itu untuk mengamankan masyarakat dari risiko perluasan awan panas serta aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Area pada radius 3 kilometer dari kawah Gunung Api Semeru juga harus dihindari akibat rawan terpapar lontaran batu pijar. “Masyarakat harus mewaspadai peluang awan panas, guguran lava, lalu lahar di sepanjang aliran sungai yang digunakan berhulu pada puncak Semeru,” kata Hadi.
Artikel ini disadur dari Gunung Semeru Turun Status jadi Waspada, PVMBG Minta Masyarakat Tetap Jauhi Area Besuk Kobokan




