Negeri Paman Sam dan juga Negara Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang
Jakarta – Amerika Serikat (AS), Indonesia, kemudian lembaga swadaya penduduk (NGO) terkemuka melakukan penandatanganan kesepakatan pengalihan utang untuk pemeliharaan alam (debt-for-nature swap) pada 3 Juli dengan fokus untuk melindungi biosfer terumbu karang yang berharga.
Pengalihan utang senilai US$ 35 jt (Rp 564 miliar) itu akan berubah menjadi pembangunan ekonomi yang dimaksud penting bagi konservasi terumbu karang Indonesia. Perjanjian yang mana keempat dengan Indonesia berdasarkan Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis, yang digunakan disahkan kembali pada tahun 2019 berubah menjadi Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis kemudian Terumbu Karang (Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act /TFCCA), lalu perjanjian yang tersebut pertama kalinya berfokus pada lingkungan karang ini menandai langkah penting pada upaya mempertahankan keanekaragaman hayati ke salah satu negara yang memiliki lingkungan laut paling dinamis di dalam bumi ini.
Penandatanganan kesepakatan direalisasikan oleh Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Nusantara Michael Kleine, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan lalu Ruang Laut Kementerian Kelautan dan juga Perikanan Indonesia, Direktur Jenderal Pengelolaan Anggaran Keuangan serta Risiko Kementerian Keuangan, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Konservasi Cakrawala Nusantara (YKCI), Yayasan Conservation International, dan juga The Nature Conservancy.
“Perjanjian ini adalah bukti kuatnya hubungan bilateral antara Amerika Serikat lalu Tanah Air juga keterlibatan kami yang berkelanjutan secara mendalam di bawah naungan kerjasama strategis yang dimaksud komprehensif,” ujar KUAI Kleine di keterangannya, Kamis, 11 Juli 2024.
“Dengan menghapus utang serta mengalokasikan dananya kembali ke Indonesia, melalui inisiatif pengalihan utang untuk proteksi alam, kami melakukan langkah konkret untuk melindungi terumbu karang Nusantara yang sangat berharga kemudian membantu perkembangan yang dimaksud berkelanjutan,” tambahnya.
“Indonesia berikrar kuat untuk merawat terumbu karang lalu lingkungan laut yang sehat walafiat sebagai bagian dari kebijakan pembangunan nasional. Kesepakatan ini membantu menguatkan gagasan bahwa laut yang dimaksud fit merupakan kepentingan global lalu tanggung jawab bersama,” kata Victor Gustaaf Manoppo, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan lalu Ruang Laut, Kementerian Kelautan juga Perikanan, Indonesia.
“Apa yang telah terjadi disepakati oleh pemerintah Republik Negara Indonesia serta Amerika Serikat tidaklah semata-mata menguntungkan perairan Indonesi lalu komunitas setempat, tetapi juga rakyat global,” tambahnya.
Indonesia adalah rumah bagi 16 persen kawasan terumbu karang globus kemudian sekitar 60 persen spesies karang dunia. Terumbu karang menyediakan makanan, sumber mata pencaharian, lalu pemeliharaan terhadap badai bagi separuh populasi dunia, namun sekitar 75 persen terumbu karang di dalam seluruh bola terancam.
Pengalihan utang untuk proteksi alam ini akan mengalihkan dana yang tersebut awalnya diperuntukkan bagi pembayaran utang berubah jadi inisiatif untuk mengupayakan konservasi biosfer terumbu karang. Inisiatif ini menekankan komitmen Tanah Air kemudian Amerika Serikat terhadap pentingnya terumbu karang kemudian bekerja serupa untuk mengatasi permasalahan mendesak pada melindungi terumbu karang.
Sebuah Komite Pengawas yang tersebut terdiri dari perwakilan pemerintah Negara Indonesia dan juga AS, mitra pertukaran LSM, dan juga organisasi rakyat sipil lainnya akan mengatur dana yang mana dihasilkan dari acara pengalihan utang untuk pemeliharaan alam ini.
Area fokus dari kegiatan ini adalah ke Sunda Kecil, Banda, kemudian Bentang Laut Kepala Burung di Papua Barat. Prioritasnya termasuk melestarikan spesies yang tersebut terancam atau endemik secara global yang digunakan bergantung pada sistem ekologi terumbu karang sebagai habitat kritis; melindungi lingkungan terumbu karang yang dimaksud terancam atau rentan dengan nilai konservasi tinggi; memacu pemanfaatan keanekaragaman hayati terumbu karang secara berkelanjutan; mengempiskan ancaman atau meningkatkan konektivitas antar kawasan terumbu karang; menciptakan kawasan lindung baru apabila diperlukan; juga memberikan kontribusi segera terhadap peningkatan pengelolaan kawasan lindung publik, swasta, kota, atau komunal yang dimaksud ada, dan juga target konservasinya.
“Ketika Conservation International memfasilitasi pengalihan utang untuk proteksi alam yang mana pertama pada tahun 1987, kami bukan pernah membayangkan hal ini pada akhirnya akan membuka prospek miliaran dolar untuk konservasi global,” kata Dr. M. Sanjayan, ketua eksekutif Conservation International.
“Kami mengucapkan selamat terhadap otoritas Nusantara serta Departemen Keuangan Amerika Serikat yang dimaksud menyetujui pengalihan utang untuk pemeliharaan alam hari ini , dimana instrumen khusus ini digunakan untuk melindungi habitat laut dan juga terumbu karang untuk yang tersebut pertama kalinya,” kata Jennifer Morris selaku direktur utama The Nature Conservancy.
Wakil Presiden Senior dari YKCI Meizani Irmadhiany mengatakan, “Perjanjian ini merupakan terobosan finansial konservasi untuk mewujudkan visi Negara Indonesia di melindungi 30 persen perairannya lalu meningkatkan kesejahteraan penduduk yang bergantung pada terumbu karang. Perjanjian ini telah terjadi ditambahkan ke model keuangan campuran yang sudah pernah ada serta akan mempercepat pencapaian tujuan konservasi sekarang kemudian tak ditunda.”
Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto menekankan bahwa kesepakatan TFCCA ini akan secara signifikan meningkatkan kekuatan pemeliharaan serta konservasi sistem ekologi terumbu karang ketika ini ke Bentang Laut Kepala Burung juga Laut Sunda Kecil-Laut Banda. “Kami sangat yakin bahwa kesepakatan TFCCA yang inovatif ini akan meningkatkan upaya konservasi laut juga menginspirasi pihak lain untuk bergabung dengan inisiatif penting ini demi kepentingan alam serta masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Artikel ini disadur dari AS dan Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang





