Otomotif

Siap Ambil Tindakan Tegas, Korsel Akui Mobil Listrik Sangat Merugikan

SEOUL – Pihak berwenang di tempat Seoul sekarang sangat khawatir dengan risiko kebakaran kendaraan listrik (EV) sehingga dia menyiapkan peraturan baru yang digunakan akan melarang kendaraan dengan daya elemen penyimpan daya pada berhadapan dengan 90 persen memasuki tempat parkir bawah tanah.

Aturan ini diambil menyusul insiden mobil Mercedes-Benz EQE yang digunakan terbakar di area tempat parkir bawah tanah kompleks apartemen.

Peristiwa yang disebutkan memunculkan kebakaran besar yang tersebut diperkirakan merusak 880 kendaraan lainnya lalu mengakibatkan 1.600 rumah tangga terputus aliran listrik juga air selama seminggu.

Seperti dilansir dari Carscoops, Mulai Pekan (26/8/2024), untuk menghindari kejadian sama di dalam masa mendatang, eksekutif Metropolitan Seoul mengambil tindakan tegas.

Selain membatasi akses ke parkir bawah tanah untuk kendaraan listrik yang digunakan tarifnya kurang dari 90 persen, aturan baru ini juga akan membatasi tarif pengisian daya hingga 80 persen pada pengisi daya cepat di dalam seluruh ibu kota Korea Selatan.

Ada juga rencana untuk menerapkan batas pengisian daya ini pada pengisi daya yang dimaksud dioperasikan secara pribadi.

Menurut Harian Korea JoongAng, aturan ini kemungkinan akan diberlakukan pada akhir September.

Namun, banyak pakar EV di area Tanah Air yang tersebut tidaklah setuju dengan aturan ini. Menurut Profesor Yoon Won-sub, yang mengepalai pusat penelitian elemen penyimpan daya yang dimaksud dijalankan oleh Universitas Sungkyunkwan kemudian Samsung SDI, bukan ada bukti yang digunakan menunjukkan bahwa akumulator yang tersebut terisi penuh miliki risiko kebakaran lebih banyak tinggi.

“Pengisian daya yang mana berlebihan bukanlah menjadi faktor utama pemicu kebakaran,” ujarnya.

Related Articles

Back to top button