Profil Angelo Leo, Juara Bumi Tinju 2 Divisi yang tersebut Lapar Gelar

Profil Angelo Miguel Leo , juara dunia tinju 2 divisi yang mana lapar penghargaan berjuang bangkit dari keterpurukan. Sosok Angelo Leo yang digunakan lahir 15 Mei 1994 adalah manusia petinju profesional Amerika Serikat.
Angelo Leo baru hanya menambah peringkat juara pasca merampas sabuk kelas bulu IBF pada 10 Agustus 2024. Angelo Leo dari Albuquerque, New Mexico, menghentikan Luis Alberto Lopez dari Meksiko pada 10 ronde untuk merebut penghargaan kelas bulu IBF di dalam Tingley Coliseum pada kota kelahirannya, Albuquerque, New Mexico, pada tanggal 10 Agustus.
Sebelumnya, Angelo Leo menjadi juara kelas bantam super WBO dari 2020 hingga 2021. Setelah menjadi juara dua divisi, Angelo Leo belum puas kemudian ingin menambah warisannya. Dia mengungkapkan ingin bertarung melawan Monster KO Naoya Inoue pada kelas 57,1 kilogram.
Menurut Leo (25-1, 12 KO), ia ingin sekali mendapatkan kesempatan untuk menghadapi Monster jika Negeri Sakura itu di area masa depan. ”Ya, tentu saja. Saya pikir Naoya adalah salah satu petarung terbaik pada dunia ketika ini serta saya ingin sekali bertarung dengannya,”kata Leo untuk BoxingScene. ”Saya pikir beliau bertarung di area kelas 55,3 kg ketika ini dan juga saya mendengar banyak rumor bahwa beliau berencana untuk naik ke kelas 57,1 kg pada masa depan,”lanjutnya.
Keputusan Leo untuk naik ke kelas 57,1 kg pasca kehilangan sabuk kelas bantam super WBO-nya dari Stephen Fulton tiga tahun lalu terbayar lunas pada waktu ia meraih kemenangan KO satu pukulan berhadapan dengan Lopez untuk merebut peringkat IBF-nya. Sebuah hook kiri yang dimaksud kuat dari Leo menjatuhkan sang juara kemudian mengakhiri laga dalam depan para penonton dalam kampung halaman Leo – di tempat mana ia bertarung untuk pertama kalinya di sembilan tahun terakhir.
Meskipun mencatatkan kemenangan KO, Leo mengaku tiada menyangka pertarungan yang disebutkan akan berakhir dengan kemenangannya. Namun, ia menggambarkan keputusannya untuk naik ke divisi featherweight sebagai yang digunakan terbaik di kariernya, khususnya pada waktu tubuhnya mulai turun dalam divisi 55,3 kg.
“Saya naik ke menghadapi sebab 55,3 terlalu sulit untuk dilakukan,” kata Leo. ”Saya merasa saya sudah ada melampaui berat badan 55,3 kilogram kemudian tubuh saya memohonkan saya untuk meninggikan berat badan, maka dari itu kami memutuskan untuk naik ke 57,1 kg, serta saya merasa sangat jauh lebih besar baik dalam sana sekarang.”
“Saya harus menyatakan bahwa itu adalah kebijakan terbaik. Sejujurnya, kami tidak ada benar-benar mengincar KO. Strateginya hanya saja untuk masuk ke sana lalu mengungguli mereka, mengungguli mereka, juga jikalau KO itu datang, maka itu akan datang. Namun sebagian besar, kami mengincar sebuah langkah juri untuk masuk ke di Circle kemudian menang.”
Leo mengesampingkan kemungkinan laga ulang melawan Lopez pasca mengungkapkan bahwa tidak ada ada klausul seperti itu di kontrak pertarungan mereka. Fokusnya adalah untuk menghadapi Inoue yang mana merupakan pemegang gelar kejuaraan empat divisi tak terkalahkan (27-0, 24 KO) atau menyatukan penghargaan IBF barunya melawan sesama pemegang peringkat Rey Vargas kemudian Rafael Espinoza.






