Top 3 Tekno: ITB Antisipasi Penghapusan Jurusan IPA-IPS SMA, 300 Partisipan Melewati SNBT Unair Tidak Daftar Ulang, Kemungkinan Kelapa
Jakarta – Top 3 Tekno dimulai dari topik tentang Institut Teknologi Bandung atau ITB menyatakan kebijakan Kurikulum Merdeka yang mana menghapus jurusan di Sekolah Menengah Atas (SMA) tidaklah terlalu berpengaruh. ”Karena telah sejak 2022 penerimaan siswa baru ITB tak lagi menimbulkan asal jurusan IPA, IPS kemudian Bahasa,” kata Kepala Biro Komunikasi kemudian Hubungan Warga ITB Naomi Haswanto, Rabu, 24 Juli 2024. Menurut Naomi, ITB sudah ada mengantisipasi pembaharuan kurikulum pada sekolah itu.
Berita populer selanjutnya tentang banyaknya tambahan dari 300 partisipan yang tersebut lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer serta Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di dalam Universitas Airlangga (Unair) tak melakukan daftar ulang. Untuk menggantikannya, Unair akan membuka kembali penerimaan calon peserta didik baru melalui Jalur Mandiri Reguler. Jalur ini nantinya mampu disertai oleh partisipan pemilik KIP Kuliah.
Selain itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutarakan sektor kelapa memiliki prospek yang dimaksud besar di bidang dunia usaha hijau. Jokowi meninjau kemungkinan ekspor yang digunakan besar dari produk-produk proses lanjut kelapa dan juga peluangnya untuk energi terbarukan.
1. ITB Sudah Antisipasi Penghapusan Jurusan IPA-IPS SMA di Kurikulum Merdeka
Institut Teknologi Bandung atau ITB mengungkapkan kebijakan Kurikulum Merdeka yang tersebut menghapus jurusan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) tiada terlalu berpengaruh. ”Karena sudah ada sejak 2022 penerimaan siswa baru ITB tidak ada lagi memproduksi kondisi jurusan IPA, IPS dan juga Bahasa,” kata Kepala Biro Komunikasi serta Hubungan Publik ITB Naomi Haswanto, Rabu, 24 Juli 2024.
Menurut Naomi, ITB telah mengantisipasi inovasi kurikulum ke sekolah itu. ITB juga telah memberikan panduan terhadap siswa yang tersebut ingin masuk suatu kegiatan studi tertentu. “Sebaiknya sudah memiliki bekal ilmu dari mata pelajaran yang sesuai dengan acara studi tersebut,” ujarnya. Adapun panduannya dituliskan dalam laman admission.itb.ac.id juga dijelaskan juga ketika open house ITB.
Pada persyaratan jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi maupun Tes atau SNBP lalu SNBT, pendaftar diwajibkan untuk memenuhi ketentuan pelaksanaan seleksi, kemudian bukan pernah tercatat sebagai pelajar acara sarjana ITB. Persyaratan lain terkait dengan situasi mata pendaftar yang dimaksud tidak ada buta warna secara total maupun parsial pada jurusan tertentu, misalnya Sekolah Farmasi, Sekolah Bidang Studi kemudian Teknologi Hayati– Inisiatif Sains.
2. Lebih dari 300 Partisipan Melewati SNBT Tak Daftar Ulang, Unair Gelar Mandiri Reguler
Sebanyak lebih besar dari 300 kontestan yang tersebut lolos Ujian Tulis Berbasis Komputer juga Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) ke Universitas Airlangga (Unair) tak melakukan daftar ulang. Untuk menggantikannya, Unair akan membuka kembali penerimaan calon siswa baru melalui Jalur Mandiri Reguler. Jalur ini nantinya sanggup disertai oleh partisipan pemilik KIP Kuliah.
“Seleksi Mandiri Jalur Prestasi juga ada puluhan yang mana tidaklah daftar ulang sehingga kuotanya juga dialihkan ke jalur ini,” ucap Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin, untuk wartawan di Kampus C Unair, Rabu 24 Juli 2024.
Menurut Solihin, Jalur Mandiri Reguler merupakan jalur tes tulis berbasis komputer. Pelajaran yang tersebut akan diujikan adalah Tes Potensial Akademik (TPA) dan juga mata pelajaran sesuai acara studi pilihan.
Ujian akan berlangsung mulai besok, Kamis, hingga Hari Sabtu nanti, 25-27 Juli 2024, bertempat pada kampus Unair. Sementara pengumumannya pada 31 Juli 2027.
3. Bisakah Kelapa Diolah Menjadi Bahan Bakar Pesawat Seperti Harapan Presiden Jokowi?
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan sektor kelapa memiliki potensi yang digunakan besar di bidang kegiatan ekonomi hijau. Jokowi mengawasi kemungkinan ekspor yang tersebut besar dari komoditas proses pengolahan lebih lanjut kelapa dan juga peluangnya untuk energi terbarukan.
“Saya banyak mengawasi limbah kelapa sekarang berubah menjadi bioenergi. Kemudian kelapa juga bisa saja jadi bioavtur. Hal ini juga jadi pekerjaan besar kita agar pemakaian bisa saja semakin meningkat lalu diminati negara-negara lain,” kata Jokowi pada waktu mengunjungi Pertemuan kemudian Pameran Kelapa Internasional (Cocotech) ke-51 Tahun 2024 ke Surabaya, Jawa Timur, Senin, 22 Juli 2024.
Mantan Kepala daerah DKI DKI Jakarta ini juga mengumumkan jikalau peluang kelapa sangat besar dilihat dari luasnya lahan sebesar 3,8 jt hektare dengan produksi kelapa hingga 2,8 jt ton per tahun. Peluang yang besar ini dapat dimanfaatkan untuk diekspor ke mancanegara sebagai bioenergi lalu bioavtur sebagai campuran materi bakar pesawat.
Artikel ini disadur dari Top 3 Tekno: ITB Antisipasi Penghapusan Jurusan IPA-IPS SMA, 300 Peserta Lolos SNBT Unair Tidak Daftar Ulang, Potensi Kelapa





